lifestyle

Dua Praktisi Hukum Bahas Penyimpangan dalam Video Call Ruben Onsu dan Kuasa Hukum Y

Dua praktisi hukum, Deolipa Yumara dan Ferdinand Hutahaean, memberikan tanggapan mereka terkait rekaman video call antara Ruben Onsu dan Pria Y yang diunggah oleh Sarwendah di akun Instagramnya.

Keduanya menilai bahwa video yang beredar ini menunjukkan adanya indikasi penyimpangan dan menegaskan perlunya sanksi moral yang signifikan bagi pihak-pihak yang terlibat.

Menanggapi pernyataan tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan kemarahannya, menyatakan bahwa video tersebut tidak menunjukkan adanya penyimpangan karena tidak ada interaksi dua arah yang terjadi dalam percakapan.

“Apakah mungkin sebuah bukti video yang hanya merekam percakapan sepihak, yang disebarluaskan secara ilegal, bisa dijadikan dasar untuk membuktikan adanya tindakan yang menyimpang?” tulis Minola di akun Instagramnya @minola6000, yang dikutip pada Jumat (16/10/2026).

Ia menekankan bahwa dalam hukum, setidaknya dibutuhkan dua alat bukti untuk dapat menindaklanjuti sebuah kasus.

“Hukum sendiri memerlukan dua alat bukti minimal, namun dengan hanya satu video percakapan, kita sudah menyimpulkan adanya tindakan yang tidak benar?” lanjutnya.

Minola juga mengkritik pihak-pihak yang berusaha membangun opini negatif berdasarkan kesimpulan dari satu video yang beredar.

“Jadi, jika kita ingin membahas lebih mendalam, orang yang berusaha mem-framing, merangkum, dan menerjemahkan makna dari video call tersebut secara melawan hukum, jelas perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

Minola juga dengan tegas menantang individu atau pihak yang beranggapan bahwa video tersebut dapat dijadikan bukti hukum untuk menunjukkan adanya penyimpangan.

“Saya tantang, apakah dengan video call yang didapat secara melawan hukum, yang hanya menampilkan percakapan, bisa dibuktikan adanya satu tindakan yang menyimpang?” tutupnya.

Sebelumnya, praktisi hukum Ferdinand Hutahaean juga membahas tentang sanksi yang mungkin akan diterima terkait rekaman video call Ruben Onsu dengan Pria Y yang diunggah di Instagram oleh Sarwendah.

“Mereka perlu bersiap menghadapi konsekuensi yang mungkin terjadi, terutama bukan hanya dari sisi hukum, tetapi juga sanksi moral yang akan lebih berat,” kata Ferdinand dalam sebuah wawancara di YouTube Reyben Entertainment, yang dikutip pada Kamis (15/10/2026).

Ferdinand juga meyakinkan bahwa rekaman video tersebut adalah asli, karena tidak ada pihak yang membantah keasliannya.

“Kita bisa menggunakan logika bahwa video tersebut memang milik Ruben Onsu, dan ini sudah tidak dapat dibantah lagi dengan pengakuan dari lawan bicaranya,” ungkapnya.

➡️ Baca Juga: Tingkatkan Jumlah Nasabah dengan Memanfaatkan Aplikasi Digital Pegadaian yang Efektif

➡️ Baca Juga: Dapatkan Diskon 50% Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Driver Ojol dan Kurir Logistik

Related Articles

Back to top button
kpkgg