bisnis

Fit and Proper Test Gubernur BI: Destry Bahas 3 Misi dan 5 Inisiatif Tingkatkan Kredibilitas BI

Jakarta – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyampaikan visinya untuk memastikan bahwa BI tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer. Penyampaian visi tersebut terjadi dalam rangka uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan di hadapan Komisi XI DPR pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Dia menegaskan, visi ini juga bertujuan untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang kredibel dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian serta mandat yang diemban oleh Bank Indonesia, apabila kami diberikan amanah untuk menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, kami akan melaksanakan visi yang didukung oleh tiga misi utama serta lima inisiatif strategis,” ungkap Destry dalam pemaparannya di ruang rapat Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Destry merinci bahwa misi pertama adalah menjaga stabilitas yang akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Misi kedua adalah berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sementara misi ketiga difokuskan pada penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui program Sinergi Merah Putih.

Inisiatif strategis yang pertama adalah penguatan bauran kebijakan BI. Destry menjelaskan bahwa bauran kebijakan ini akan diperkuat untuk merespons tekanan dari sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi, sehingga dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dan mendukung stabilitas harga guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, inisiatif strategis kedua adalah pengaturan lalu lintas devisa (LDD). Menurut Destry, fokus utama dari kebijakan ini akan disesuaikan dengan mandat BI yang telah ditetapkan dalam undang-undang.

Menghadapi berbagai tantangan terkait sektor eksternal, baik dari sisi makro maupun infrastruktur LLD, Destry menyatakan bahwa ke depan, pihaknya akan melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan LLD yang berkaitan dengan pengawasan berbasis digital serta teknologi pengawasan (suptech).

“Ini sangat penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar. Namun, kami tidak bisa melakukan ini sendirian karena data terkait LLD melibatkan banyak pihak,” jelasnya.

Inisiatif strategis ketiga berfokus pada keuangan inklusif dan berkelanjutan. Destry menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dia juga menyoroti bahwa inklusi keuangan dan syariah merupakan faktor kunci yang dapat mendorong Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

➡️ Baca Juga: Persib Kalahkan Bali United, Akhiri Kutukan 7 Tahun Tanpa Kemenangan di Liga Indonesia

➡️ Baca Juga: Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras kepada Warga di Bekasi

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k