Site icon QNews

Korut Jaga Jarak dari Iran dan Mendekat ke AS: Analisis Langkah Strategis Terkini

Korut Jaga Jarak dari Iran dan Mendekat ke AS: Analisis Langkah Strategis Terkini

Korea Utara tampaknya mengambil langkah untuk menjaga jarak dari sekutu tradisionalnya, Iran, dengan harapan dapat menjalin hubungan baru dengan Amerika Serikat. Penilaian ini diungkapkan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS).

NIS melaporkan bahwa tidak ada indikasi bahwa Korea Utara telah mengirimkan senjata atau bantuan kepada Teheran sejak dimulainya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari. Informasi ini disampaikan oleh anggota parlemen Park Sun-won setelah menghadiri briefing tertutup dari NIS pada hari Minggu waktu setempat.

Menurut laporan yang dirilis oleh Al Jazeerah pada 7 April 2026, NIS juga mencatat bahwa dibandingkan dengan sekutu-sekutu Iran lainnya seperti China dan Rusia, yang sering mengeluarkan pernyataan, Kementerian Luar Negeri Korea Utara hanya merilis dua pernyataan dengan nada yang lebih berhati-hati.

Walaupun Pyongyang mengecam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang ilegal, mereka tidak secara terbuka menyampaikan belasungkawa atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, maupun mengucapkan selamat kepada putranya, Mojtaba Khamenei, saat menggantikannya.

Berdasarkan informasi dari NIS, sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh Korea Utara kemungkinan merupakan strategi untuk mempersiapkan diri membuka jalur diplomasi baru dengan AS setelah konflik di Timur Tengah mereda.

Dalam kesempatan yang sama, NIS juga menginformasikan kepada para anggota parlemen bahwa Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un kini diyakini sedang mempersiapkan putri remajanya sebagai calon penerus. Hal ini merujuk pada penampilan publik terbaru sang putri yang terlihat mengemudikan tank.

Citra tersebut dianggap sebagai langkah untuk menonjolkan kemampuan militer Korea Utara. Putrinya, yang diperkirakan bernama Ju Ae, diperkirakan berusia sekitar 13 tahun.

Menurut Park, penampilan seperti ini dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap kemunculan Kim Jong Un di hadapan publik militer pada awal 2010-an, saat ia dipersiapkan untuk mengambil alih kepemimpinan setelah ayahnya.

Sebelumnya, adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, sempat dianggap sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi kepemimpinan.

Pada hari Senin, Kim Yo Jong kembali menjadi sorotan media Korea Utara setelah menyambut permintaan maaf yang disampaikan oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, terkait insiden drone yang terjadi pada bulan Januari lalu.

➡️ Baca Juga: Hapus File Cache Di Windows 11 Bisa Nyimpen 50gb Ruang Kalau Lama Gak Dibersihin Tahunan

➡️ Baca Juga: Analisis Harga: Xbox Series X vs PS5 di 2025, Mana yang Nilai Investasinya Lebih Baik?

Exit mobile version