bisnis

Pekerjaan AI Meningkat Pesat, Gen Z Berpotensi Raih Gaji Hingga Rp3,5 Miliar per Tahun

Kecerdasan buatan, atau yang lebih dikenal dengan istilah artificial intelligence (AI), telah mengubah paradigma bisnis secara signifikan. Selain itu, AI juga membuka berbagai peluang kerja yang menawarkan imbalan finansial yang sangat menggiurkan. Menariknya, generasi muda, khususnya Gen Z, menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam memanfaatkan kesempatan ini.

Berdasarkan temuan terbaru dari LinkedIn, terlihat bahwa Gen Z dan milenial mulai memenuhi sejumlah posisi yang sangat dibutuhkan di sektor AI. Ini menjadi sorotan penting, mengingat kondisi pasar kerja secara umum masih cukup menantang bagi mereka yang baru lulus pendidikan dan sedang mencari pekerjaan pertama.

Dalam analisis terbarunya, LinkedIn mengidentifikasi dua belas jenis pekerjaan di bidang AI yang mengalami pertumbuhan tercepat. Penelitian ini memanfaatkan data dari platform mereka, termasuk informasi demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, serta latar belakang calon pekerja yang berhasil direkrut.

Kory Kantenga, Kepala Ekonomi untuk kawasan Amerika di LinkedIn, menyatakan bahwa meskipun pasar kerja bagi Gen Z tidak selalu mudah, sektor AI menunjukkan tren yang berbeda. Pekerja muda tampaknya mendapatkan manfaat besar dari meningkatnya permintaan perusahaan akan tenaga kerja yang terampil di bidang ini.

“Melihat generasi muda memanfaatkan peluang di pasar kerja AI dengan begitu efektif adalah sesuatu yang patut dicatat,” ungkap Kantenga, yang dikutip dari CNBC.

Menariknya, Gen Z mendominasi lebih dari dua pertiga dari total pekerja yang dipekerjakan untuk dua posisi yang sangat dicari, yaitu forward deployed engineer dan AI engineer. Untuk posisi forward deployed engineer, gaji median yang ditawarkan mencapai US$199.000 per tahun, setara dengan sekitar Rp3,54 miliar. Sementara itu, AI engineer menawarkan gaji median sebesar US$166.000, yang setara dengan sekitar Rp2,95 miliar per tahun.

Gaji di sektor pekerjaan AI bahkan dapat mencapai angka yang lebih tinggi, yakni Rp4,2 miliar.

Tidak hanya Gen Z yang merasakan manfaat dari pertumbuhan industri AI, tetapi milenial juga menunjukkan dominasi, terutama pada posisi yang memegang tanggung jawab kepemimpinan.

Sekitar 60 persen dari pekerja baru yang dipekerjakan untuk posisi kepala AI adalah milenial. Jabatan ini menawarkan gaji median tahunan sekitar US$236.000, yang setara dengan Rp4,20 miliar.

Angka-angka ini mencerminkan nilai tinggi tenaga kerja dengan keahlian di bidang AI bagi perusahaan. Sebagai gambaran, gaji median tahunan pekerja berusia antara 25 hingga 34 tahun pada kuartal kedua 2026 tercatat mencapai US$60.320, atau sekitar Rp1,07 miliar.

➡️ Baca Juga: RRQ Hoshi: Dominan di MPL, Tapi Mengapa Gelar Dunia Selalu Luput?

➡️ Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Beta HyperOS 3.1 untuk 12 Perangkat: Simak Daftarnya!

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k