Penjualan Mobil Bensin di China Turun 40 Persen, Konsumen Beralih ke Kendaraan Listrik

Mobil bermesin bensin di China semakin kehilangan daya tariknya. Pada Agustus 2026, penjualan mobil penumpang yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) tercatat sekitar 536 ribu unit, mengalami penurunan signifikan sebesar 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil ICE pada Agustus 2025 masih berada di angka sekitar 894 ribu unit. Penurunan ini menyebabkan pangsa pasar mobil berbahan bakar bensin di China melorot menjadi 34,8 persen, sebuah perubahan yang cukup mencolok dalam industri otomotif.
Di sisi lain, kendaraan energi baru (NEV) mengalami lonjakan pangsa pasar yang signifikan, mencatat angka hingga 65,2 persen. NEV di China mencakup berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil listrik berbasis baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan kendaraan hidrogen.
Secara keseluruhan, penjualan ritel NEV pada bulan Agustus mencapai sekitar 1,005 juta unit. Meskipun ada penurunan tahunan sebesar 10,1 persen, angka ini tetap menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,7 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026.
Menariknya, tidak semua segmen kendaraan listrik mengalami penurunan. Mobil listrik murni atau BEV justru mengalami kenaikan penjualan, mencapai sekitar 698 ribu unit, atau naik 1,7 persen dibandingkan Agustus tahun lalu, serta meningkat 7,9 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, penjualan PHEV tercatat sekitar 307 ribu unit. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 25,8 persen secara tahunan, menandai penurunan yang berlangsung selama delapan bulan berturut-turut untuk kategori ini.
Jika kita melihat keseluruhan pasar, penjualan mobil penumpang di China pada Agustus mencapai sekitar 1,54 juta unit. Meskipun mengalami penurunan 23,6 persen dibandingkan Agustus 2025, angka ini masih menunjukkan peningkatan sebesar 5,5 persen dibandingkan bulan Juli tahun ini.
Salah satu faktor yang mempengaruhi berkurangnya minat terhadap mobil bermesin bensin adalah peningkatan biaya penggunaan kendaraan. CPCA mengungkapkan bahwa harga bensin di China telah meningkat lebih dari 1.720 yuan per ton sejak awal tahun 2026, termasuk kenaikan 180 yuan per ton sejak akhir Juli.
Kondisi ini memberikan alasan ekonomi bagi konsumen untuk mempertimbangkan opsi kendaraan listrik. Selain biaya operasional yang lebih rendah, pilihan mobil listrik di pasar China juga semakin beragam dengan teknologi yang semakin maju dan harga yang semakin bersaing.
Perubahan ini terlihat jelas dalam data penjualan dari Januari hingga Agustus 2026. Penjualan mobil penumpang ICE tercatat sekitar 5 juta unit, mengalami penurunan 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan NEV meskipun turun 11,6 persen secara tahunan, totalnya mencapai sekitar 6,7 juta unit.
➡️ Baca Juga: Pesulap Merah Terungkap Poligami Sejak 2022 Usai Istri Meninggal, Siapa Wanita Ini?
➡️ Baca Juga: <p>“Apple TV Mendapatkan Hak Eksklusif atas Serial Fantasi ‘Cosmere’ Brandon Sanderson”</p>




