Pramono Tanggapi Kritikan MUI Mengenai Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap prosedur penguburan ikan sapu-sapu yang diperoleh dari perairan Jakarta.
Dia menegaskan pentingnya berdiskusi dengan para ahli untuk memastikan bahwa ikan sapu-sapu tersebut tidak akan dikubur dalam keadaan hidup.
“Mengenai kritik yang disampaikan sebelumnya oleh MUI, saya akan meminta pendapat dari para ahli untuk menyesuaikan prosedur yang tepat,” ungkap Pramono yang dikutip pada Senin, 20 April 2025.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan kritik terhadap metode yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengubur ikan sapu-sapu dalam kondisi hidup.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menegaskan bahwa prosedur penguburan ikan sapu-sapu dengan cara tersebut jelas bertentangan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin serta kesejahteraan hewan.
Dia berpendapat bahwa tindakan tersebut mengandung unsur penyiksaan, karena mengubur ikan sapu-sapu yang masih hidup berarti memperlambat proses kematian.
Dari sudut pandang etika kesejahteraan hewan, Miftah menilai bahwa cara tersebut adalah tindakan yang tidak manusiawi.
“Metode ini dianggap menimbulkan penderitaan yang tidak perlu bagi hewan,” paparnya, sebagaimana dikutip pada Senin, 20 April 2026.
Di sisi lain, MUI memberikan apresiasi terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta yang berupaya membasmi ikan sapu-sapu dari perairan Jakarta.
“Itu sejalan dengan maqāṣid syariah, yang termasuk dalam kategori ḍharūriyyāt ekologis modern,” jelas Miftah.
Pentingnya memperhatikan etika dalam pengelolaan sumber daya alam tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, penguburan ikan sapu-sapu hidup menjadi sorotan karena melibatkan aspek kesejahteraan hewan yang seharusnya dihormati.
Dengan adanya kritik dari MUI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani ikan sapu-sapu, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Sikap proaktif dari Pramono menunjukkan komitmen untuk melakukan perubahan positif yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan.
Keberadaan ikan sapu-sapu yang dianggap merugikan ekosistem perairan Jakarta memang memerlukan tindakan tegas. Namun, tindakan tersebut harus diimbangi dengan cara yang etis dan tidak menyakiti hewan.
Dengan berdiskusi bersama ahli, diharapkan solusi yang lebih baik dan lebih beretika dapat ditemukan. Pendekatan ini tidak hanya akan menguntungkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesejahteraan hewan.
Dalam konteks ini, juga perlu dijelaskan bahwa penguburan ikan sapu-sapu bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini. Terdapat berbagai alternatif yang bisa dipertimbangkan, seperti pengembalian ke habitat asalnya atau pemanfaatan secara lebih manusiawi.
Penting bagi pemerintah untuk mendengarkan suara-suara kritis dari masyarakat dan lembaga seperti MUI. Hal ini menunjukkan bahwa dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.
Sebagai langkah lanjutan, diharapkan Pemprov DKI Jakarta dapat menyusun pedoman yang jelas mengenai penanganan ikan sapu-sapu yang tidak hanya efektif, tetapi juga beretika.
Ini akan menjadi contoh yang baik bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya alam dengan cara yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, langkah untuk mengevaluasi tata cara penguburan ikan sapu-sapu bukan hanya sekedar respons terhadap kritik, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan kesejahteraan hewan dan ekosistem.
Masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan memperlakukan hewan dengan lebih baik. Kesadaran ini penting agar tindakan yang diambil tidak hanya efektif secara ekologis, tetapi juga memenuhi standar etika yang tinggi.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan yang ada. Dengan semua pihak bekerja sama, diharapkan lingkungan perairan Jakarta dapat terjaga dan tetap berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Spatial Audio AirPods Kurang Mantap? Cek 3 Hal Ini, Termasuk Update iOS Terbaru!
➡️ Baca Juga: Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi Tunjukkan Kesuksesan Swasembada Berkelanjutan RI




