bola

STY Membangun Timnas dari Awal, John Herdman Miliki Skuad Mewah Namun Gagal, Ini Perbandingannya

Pengamat sepak bola Hadi Gunawan, yang lebih dikenal sebagai Bung Ahay, memberikan analisis mengenai perbandingan antara Shin Tae-yong (STY) dan John Herdman dalam mengelola Timnas Indonesia, khususnya di ajang Piala AFF.

Bung Ahay berpendapat bahwa STY menghadapi tantangan yang lebih besar dalam membangun tim, mengingat ia bekerja dengan pemain muda yang belum berpengalaman. Sementara itu, Herdman mengambil alih saat materi pemain Indonesia sudah lebih matang, dengan banyaknya pemain diaspora yang memperkuat tim.

Analisis tersebut muncul setelah Timnas Indonesia mengalami kegagalan di Piala AFF 2026. Bung Ahay menyatakan bahwa pencapaian yang diraih oleh Shin Tae-yong di awal masa jabatannya lebih memuaskan dibandingkan dengan apa yang ditunjukkan oleh Herdman.

Dia menggarisbawahi bahwa Shin Tae-yong memulai tugasnya setelah Timnas Indonesia mengalami kegagalan di periode sebelumnya. Pelatih asal Korea Selatan ini kemudian fokus membangun skuad dengan mengintegrasikan sejumlah pemain muda yang diharapkan dapat menjadi bagian dari tim senior di masa depan.

Beberapa nama pemain muda yang diangkat oleh Bung Ahay antara lain Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Pratama Arhan. Pemain-pemain ini kemudian disatukan dengan sejumlah pemain senior untuk menciptakan tim yang kompetitif.

“STY membangun tim dari awal. Setelah kegagalan yang kita alami sebelumnya di bawah Simon McMenemy dan Bima Sakti, yang benar-benar tidak memuaskan,” ungkap Bung Ahay dalam sebuah podcast yang disiarkan di YouTube Bangku Cadangan, pada 17 Agustus 2026.

Bung Ahay menilai bahwa salah satu keunggulan Shin Tae-yong adalah pemahamannya yang mendalam tentang karakteristik sepak bola di Asia dan Asia Tenggara. Pengalaman Shin berinteraksi dengan tim-tim di kawasan ini memberinya wawasan penting tentang kondisi sepak bola Indonesia.

Dia juga menyoroti berbagai masalah yang sebelumnya menjadi tantangan besar bagi Timnas Indonesia, seperti teknik dasar, pemahaman permainan, nutrisi, dan disiplin pemain. Selain itu, kondisi fisik para pemain juga menjadi perhatian utama, karena pemain Indonesia dianggap belum mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit.

“Hal yang paling krusial adalah, pemain kita hanya dapat bermain maksimal 60 menit. Selanjutnya, performa mereka menurun,” kata Bung Ahay.

Menurutnya, masalah-masalah tersebut mulai diatasi oleh Shin Tae-yong. Perubahan fisik pemain menjadi salah satu pencapaian yang terlihat selama masa kepelatihan Shin.

“Dia (Shin Tae-yong) melakukan perbaikan yang signifikan untuk membangun kembali Timnas Indonesia dari awal,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: <p>Pembaruan iOS 26.3: Fitur Utama Baru untuk iPhone Anda</p>

➡️ Baca Juga: Video Pertengkaran Clara Shinta dan Suami Capai 8 Juta Views, Soroti Masalah Nafkah dan VCS

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k