Transisi Energi, Ekonom Prabowo: Mampu Menarik Investasi ke Indonesia

Konferensi Pers Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) di Jakarta, Senin (4/11/2024) Foto: ANTARA

Qnews.co.id, JAKARTA – Penasihat Khusus Bidang Ekonomi Presiden Bambang Brodjonegoro mengingatkan tentang potensi energi baru terbarukan (EBT) dan kaitannya dengan investasi.

Menurut Bambang, transisi energi berpotensi untuk menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia. Karena itu, ia menjelaskan tentang pentingnya mengubah pola pikir bahwa transisi energi yang digalakkan saat ini, bukanlah merupakan beban bagi negara, melainkan peluang ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Kita hanya perlu mengubah pola pikir, termasuk bagi banyak sekali masyarakat, bahwa transisi energi itu bukan merupakan beban negara tapi peluang. Peluang ini bukan hanya peluang ekonomi, tapi peluang bisnis juga,” terang Bambang saat konferensi pers Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) di Jakarta, Senin (4/11).

Bambang juga menyadari bahwa kebutuhan investasi merupakan salah satu kunci penting bagi Indonesia bisa mempercepat transisi energi dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

Hal itu juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang tepat agar mampu mencapai emisi nol karbon (Net Zero Emission/NZE) pada tahun 2060.

Sejumlah upaya sangat dibutuhkan, kata Bambang, seperti merevisi aturan terkait energi nasional, rencana aksi nasional, hingga Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Mudah-mudahan pembahasannya bisa diselesaikan di pemerintahan baru ini dan juga terkait peningkatan pemberian harga karbon,” katanya.

Jadi semua itu, ujar Bambang, merupakan langkah penting menuju masa depan Indonesia yang rendah karbon, dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan