Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ketidakpuasannya terhadap proposal negosiasi baru yang diajukan oleh Iran pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Meskipun gencatan senjata telah bertahan selama beberapa minggu, proses perundingan perdamaian tetap mengalami kebuntuan.
Proposal tersebut disampaikan oleh Iran kepada mediator dari Pakistan pada Kamis malam, menurut laporan dari kantor berita IRNA, meski rincian tentang isi proposal itu tidak diungkapkan. “Saat ini, saya merasa tidak puas dengan tawaran yang mereka ajukan,” ungkap Trump kepada para wartawan, menjelaskan bahwa stagnasi dalam perundingan disebabkan oleh “perselisihan yang mendalam” dalam kepemimpinan Iran.
Trump menambahkan, “Apakah kita ingin menghancurkan mereka secara total dan mengakhiri eksistensi mereka, ataukah kita ingin berusaha mencapai kesepakatan?” Ia menegaskan preferensinya untuk menghindari opsi pertama “atas dasar kemanusiaan.”
Konflik yang dipicu oleh serangan mendadak dari Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu telah dihentikan sejak 8 April, namun hanya satu sesi pembicaraan langsung yang dilakukan, dan sayangnya, tidak membuahkan hasil.
Dalam situasi ini, Trump menghadapi tekanan domestik untuk mendapatkan persetujuan kongres terkait tindakan militer tersebut. Pada Jumat sore, ia mengirim surat kepada anggota parlemen yang menyatakan bahwa “permusuhan telah berakhir,” meskipun tidak ada perubahan dalam posisi militer AS di kawasan tersebut.
Iran tetap mempertahankan pengendalian atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak, gas, dan pupuk ke seluruh dunia. Sebaliknya, AS telah menerapkan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai langkah balasan.
Meskipun kebuntuan terjadi, gencatan senjata masih berlaku, tetapi pertempuran di berbagai lokasi lain di wilayah tersebut terus berlanjut.
Sementara itu, Washington sedang berhadapan dengan masalah hukum mengenai apakah Trump telah melewati batas waktu untuk meminta izin kongres terkait perang ini.
Pejabat-pejabat berpendapat bahwa gencatan senjata yang ada telah menghentikan hitungan mundur 60 hari yang mengharuskan persetujuan kongres, sebuah argumen yang ditentang oleh pihak Demokrat sebagai oposisi.
Trump menyatakan dalam suratnya kepada para pemimpin kongres, “Sejak 7 April 2026, tidak ada baku tembak antara Pasukan Amerika dan Iran,” menekankan bahwa permusuhan “telah berakhir.”
Sebelum pernyataan Trump, pejabat Pakistan di Islamabad yang terlibat dalam mediasi pembicaraan damai antara AS dan Iran mengonfirmasi bahwa Iran telah mengajukan proposal terbaru untuk mengakhiri konflik, yang sebelumnya telah disampaikan kepada pejabat Amerika.
➡️ Baca Juga: Panduan Praktis Menggunakan Fitur Live Text di iPhone untuk Menyalin Teks dari Foto
➡️ Baca Juga: Ini dia shortcut Android 15 yang bikin produktivitasmu 2x lipat

