bisnis

Rupiah Melemah di Rp 17.513, Diprediksi Menguat Berkat Konsumsi Domestik dan Keyakinan Konsumen

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pelemahan dalam perdagangan hari ini.

Berdasarkan informasi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat pada level Rp 17.552 pada Rabu, 9 September 2026. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 66 poin dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang berada di Rp 17.618 pada perdagangan Selasa, 8 September 2026.

Sementara itu, pada perdagangan di pasar spot pada Kamis, 10 September 2026 hingga pukul 09.00 WIB, rupiah diperdagangkan di angka Rp 17.513 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 2 poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya yang tercatat di Rp 17.511 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat ekonomi dan pasar uang, menyatakan bahwa rupiah masih memiliki peluang untuk menguat sekitar 50 poin dalam perdagangan mendatang, dengan potensi bergerak menuju level Rp 17.480 per dolar AS.

Sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari dua indikator ekonomi yang menunjukkan perbaikan dalam konsumsi domestik. Pertama, terdapat data penjualan ritel yang menunjukkan peningkatan, dan yang kedua adalah indeks keyakinan konsumen yang berada di atas ekspektasi.

“Rupiah mengalami penguatan pada perdagangan hari ini disebabkan oleh data penjualan ritel yang positif, serta indeks keyakinan konsumen yang menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan,” ungkap Ibrahim dalam riset hariannya pada Kamis, 10 September 2026.

Indeks keyakinan konsumen tercatat meningkat dari bulan Juli 2026, mencapai angka 118,5. Kenaikan ini menjadi indikator yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian yang lebih baik.

Dia menilai bahwa peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ini merupakan sinyal penting untuk prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, peningkatan ini dinilai sebagai yang terbaik sejak Januari 2026.

Selain optimisme yang ditunjukkan oleh konsumen, sektor ritel juga mengalami perkembangan yang positif. Ibrahim mencatat bahwa penjualan ritel di Indonesia melesat pada Agustus 2026, dengan pertumbuhan mencapai 7,7 persen dan total 83.422 unit.

Menurutnya, lonjakan penjualan ini mencerminkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat, terutama di sektor otomotif, terus menunjukkan penguatan. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa daya beli dan aktivitas ekonomi domestik masih dalam tren positif.

Ibrahim menambahkan bahwa Agustus 2026 lalu bisa dianggap sebagai bulan yang paling menguntungkan bagi para pelaku bisnis otomotif, di mana penjualannya mengalami kenaikan yang relatif signifikan.

➡️ Baca Juga: Penampil Resepsi Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju, Dewa 19 hingga Penyanyi Internasional

➡️ Baca Juga: Tips Membeli Galaxy S Series Terbaru: Hindari Kesalahan Ini!

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k