Boikot Produk RI di Malaysia: Mendag Pastikan Tidak Ada Dampak pada Perdagangan

Gerakan boikot terhadap beberapa produk dan merek asal Indonesia tengah hangat diperbincangkan di media sosial Malaysia. Seruan ini muncul setelah pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang memicu reaksi di kalangan netizen Malaysia.
Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia bertanding dalam fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 pada tanggal 28 September lalu. Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 0-0. Meskipun hasil tersebut, Timnas Garuda berhasil melangkah ke final setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor mencolok 9-2.
Hasil pertandingan ini memicu reaksi dari sejumlah pengguna media sosial di Malaysia. Mereka mulai menyerukan untuk memboikot produk dan merek yang berasal dari Indonesia, yang menjadi topik hangat di berbagai platform online.
Menanggapi seruan boikot tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menyatakan bahwa aksi boikot yang disuarakan oleh masyarakat Malaysia tidak akan mempengaruhi hubungan perdagangan antara kedua negara. Budi menegaskan bahwa seruan tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan di pasar.
Menurut Budi, reaksi ini hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan keadaan hubungan perdagangan yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia.
“Saya rasa ini tidak akan berdampak. Ini mungkin hanya reaksi sesaat,” jelas Budi kepada wartawan di Jakarta pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.
Budi juga menambahkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur untuk memantau situasi lebih dekat. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan tetap berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.
“Semua baik-baik saja, tidak ada masalah,” kata Budi menegaskan situasi perdagangan yang stabil.
➡️ Baca Juga: Leaker Mengungkap 5G Satelit Akan Hadir di iPhone Terbaru
➡️ Baca Juga: KLH Menetapkan Ceria Sebagai Penerima Proper Hijau 2024–2025 yang Berprestasi




