Drama 7 Episode Bertempat di Istanbul dengan Kisah Cinta Lama yang Terungkap Kembali

Pasar fashion modest di Türkiye semakin menarik perhatian dari berbagai merek internasional. Namun, untuk memasuki pasar baru, sekadar menawarkan produk yang sesuai dengan selera lokal tidaklah cukup.
Beberapa merek mulai menerapkan pendekatan yang lebih emosional dalam membangun ikatan dengan konsumen. Salah satu contohnya adalah Buttonscarves yang berusaha memperkenalkan dirinya di Türkiye melalui sebuah narasi yang berlatar belakang Istanbul.
Pendekatan ini diwujudkan dalam kampanye berjudul “Postcard from Istanbul,” yang merupakan bagian dari peluncuran Istanbul Series. Alih-alih hanya menonjolkan koleksi busana, kampanye ini mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan dua karakter yang dipertemukan kembali oleh sebuah surat yang telah lama tersembunyi.
Cerita berfokus pada Aisha, seorang wanita yang menemukan surat tersegel di antara barang-barang warisan dari neneknya di Jakarta. Surat tersebut membawanya ke Istanbul untuk mencari sosok bernama Kaan.
Pertemuan mereka perlahan-lahan mengungkap kembali kenangan masa lalu yang sempat terlupakan. Saat menjelajahi berbagai tempat di Istanbul, Aisha dan Kaan mulai menyadari bahwa hubungan mereka ternyata memiliki sejarah yang dalam sejak masa kecil.
Kumpulan kartu pos yang tidak pernah dikirim menjadi elemen penting dalam alur cerita. Dari sinilah terungkap bahwa Kaan masih menyimpan ingatan tentang Aisha bertahun-tahun setelah perempuan itu meninggalkan Istanbul.
Perjalanan yang awalnya dilakukan untuk memenuhi permohonan terakhir neneknya berubah menjadi kesempatan bagi Aisha untuk merefleksikan masa lalunya dan kemungkinan untuk melanjutkan kisah yang sempat terhenti.
Istanbul menjadi sumber inspirasi yang kaya.
Kisah ini juga berfungsi sebagai cara Buttonscarves memperkenalkan Istanbul Series, koleksi scarf yang terinspirasi dari karakter visual kota ini.
Elemen seni dan arsitektur Istanbul diterjemahkan melalui motif floral Ottoman, bentuk arsitektur yang khas, serta variasi tekstur. Pendekatan ini dipadu dengan desain yang lebih modern dan kontemporer.
Mifthahul Jannah, Creative Director Buttonscarves, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjalin kedekatan dengan konsumen di Türkiye setelah sebelumnya meluncurkan akses digital di negara tersebut.
“Türkiye adalah salah satu pasar yang sangat penting bagi Buttonscarves, mengingat perkembangan pesat dalam industri modest fashion di sana. Setelah meluncurkan platform penjualan digital awal tahun ini, kami ingin melangkah lebih jauh dari sekadar menawarkan produk,” ungkap Mifthahul dalam pernyataannya, yang dikutip pada 15 September 2026.
➡️ Baca Juga: AirDrop tiba-tiba gak work di iOS 17 ini solusi hidden settingsnya
➡️ Baca Juga: Nova Arianto Targetkan Mathew Baker, Timnas Indonesia U-20 Siap Perkuat Tim di Piala Asia




