Evakuasi Pasien RSUD Ruteng ke Halaman Rumah Sakit Pasca Gempa NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo antara 7,0 hingga 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa yang terjadi di kedalaman dangkal ini berpusat di laut, dan dampaknya dirasakan dengan hebat di daerah Flores dan Sumba.
Menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berlangsung pada pukul 05.58.23 WITA, dengan episentrum terletak pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, sekitar 38 kilometer arah timur laut dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Salah satu daerah yang mengalami dampak parah akibat gempa ini adalah Kabupaten Manggarai, yang mengalami kerusakan signifikan pada berbagai bangunan.
Guncangan hebat yang disertai dengan gempa susulan menciptakan suasana mencekam di RSUD Ruteng. Seluruh pasien terpaksa dievakuasi ke halaman rumah sakit, termasuk mereka yang berada dalam unit perawatan darurat seperti obstetri dan ginekologi (obgin) serta ICU. Beberapa pasien yang sedang dalam proses melahirkan harus menjalani persalinan di bangsal-bangsal yang didirikan di luar ruangan.
Pantauan menunjukkan bahwa RSUD Ruteng, yang merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah, mengalami kerusakan di sejumlah ruangan. Kerusakan paling parah terjadi di lantai dua ruang poliklinik, di mana plafon ambrol dan dinding roboh. Gempa ini juga meninggalkan retakan besar di berbagai bangunan rumah sakit.
Selain menangani pasien yang dirawat, para tenaga medis di RSUD Ruteng juga memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami cedera akibat material bangunan yang jatuh di rumah mereka.
Rista Mari, Humas RSUD Ruteng, menyampaikan bahwa seluruh tenaga kesehatan berkonsentrasi pada penanganan pasien yang terpisah akibat evakuasi yang dilakukan pada pagi hari tersebut.
“Misalnya, pasien yang dirawat di NICU dan yang menjalani operasi kita tempatkan di dekat ruang laundry. Sementara untuk pasien di IGD dan ruang perawatan, kami arahkan ke halaman dan area depan rumah sakit,” ungkap Rista Mari.
“Kami bahkan berhasil membantu ibu-ibu yang melahirkan dengan selamat,” tambahnya.
Terlihat, anggota TNI dan Polri mulai mendirikan tenda-tenda di berbagai lokasi penanganan pasien di sekitar RSUD Ruteng. Sementara itu, Pemerintah Daerah Manggarai terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh gempa ini.
Gempa yang sangat kuat ini tercatat memiliki kedalaman hanya 10 kilometer. Kombinasi antara magnitudo yang besar dan kedalaman yang relatif dangkal ini menyebabkan BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT.
Dalam peringatan dini tsunami tersebut, BMKG menetapkan wilayah utara Ngada dalam status Waspada berdasarkan hasil pemodelan tsunami, meskipun informasi tersebut akhirnya dicabut.
➡️ Baca Juga: Harga Perak Anjlok 27%: Penurunan Terburuk Sejak 1982
➡️ Baca Juga: Simeone Hentikan Kutukan, Ciptakan Sejarah Baru di Liga Champions




