Pertanian Modern Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat, Buktikan Keberhasilan Mentan Amran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pertanian. Metode ini dirancang untuk memaksimalkan hasil pertanian dengan cara yang lebih efisien.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Subang, Jawa Barat, Mentan Amran menunjukkan secara langsung bagaimana metode PM-AAS diterapkan dalam proses panen modern. Kunjungan ini menjadi bukti nyata akan efektivitas sistem pertanian yang baru ini.
Amran menjelaskan bahwa metode ini mampu meningkatkan populasi rumpun padi per hektare, dari angka awal 360 ribu rumpun menjadi antara 800 ribu hingga satu juta rumpun. Peningkatan ini jelas menunjukkan potensi yang dimiliki oleh pertanian modern.
Dengan penerapan metode PM-AAS, produktivitas panen padi juga mengalami kenaikan yang signifikan. Sebelumnya, rata-rata hasil panen hanya mencapai 5-6 ton per hektare, tetapi kini bisa melonjak menjadi 11-12 ton per hektare.
Menurut Amran, benih padi yang ditanam dengan metode ini lebih banyak, sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil yang lebih tinggi. Hal ini menandakan bahwa pertanian modern dapat menjadi solusi untuk kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Dalam metode pertanian konvensional, petani biasanya hanya menanam 360 ribu rumpun per hektare. Namun, dengan PM-AAS, angka tersebut bisa mencapai 800 ribu hingga satu juta rumpun, yang jelas menunjukkan perbedaan yang mencolok dalam teknik penanaman.
“Satu rumpun padi dapat menghasilkan 13-15 gram biji. Jika kita kalikan dengan jumlah rumpun yang ditanam, hasilnya bisa terlihat sangat signifikan,” ungkap Amran, menegaskan potensi produktivitas yang dapat dicapai dengan metode ini.
Mentan Amran juga menambahkan bahwa PM-AAS telah diterapkan di sepuluh provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Banten, dan Nusa Tenggara Barat. Penerapan yang luas ini turut mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional.
Dengan menggunakan metode PM-AAS, hasil pertanian padi di beberapa daerah percontohan mengalami peningkatan antara 5 hingga 6 ton per hektare. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian modern benar-benar mampu meningkatkan hasil panen secara drastis.
“Ini adalah peningkatan yang signifikan, di mana biasanya hasil panen hanya 5 ton, kini dapat mencapai 11-12 ton,” tutup Amran, menegaskan keberhasilan metode ini dalam mendukung pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: PSSI Rilis 28 Pemain Timnas U17 Indonesia untuk Uji Coba Lawan China
➡️ Baca Juga: Anindya Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ajak Bakrie Berkontribusi dan Doakan Korban Gempa NTT




