Timnas Indonesia Memiliki Peluang Besar Menuju Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan, yang lebih dikenal dengan panggilan Bung Ropan, menyatakan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026 sangat menjanjikan.
Ia menilai bahwa kualitas pemain yang dimiliki skuad Garuda jauh di atas rata-rata tim-tim di Asia Tenggara. Kondisi ini menjadi aset berharga bagi Indonesia sebagai tuan rumah dalam upaya mereka menuju partai final.
Bung Ropan berpendapat bahwa ambisi untuk meraih juara bukanlah hal yang berlebihan. Mengingat Indonesia akan bertanding di kandang sendiri, ditambah dengan kehadiran beberapa pemain yang berpengalaman di liga-liga Eropa, hal ini semakin memperkuat harapan tersebut.
“Ketika kita berbicara tentang target juara, itu sangat wajar. Kita bermain di rumah sendiri, yang tentunya merupakan keuntungan besar. Selain itu, kualitas pemain kita juga lebih tinggi dibandingkan tim-tim lain di Asia Tenggara,” ungkap Bung Ropan dalam sebuah sesi di YouTube ITSME, yang dikutip pada 7 September 2026.
Kesempatan Indonesia untuk melangkah ke partai puncak semakin terbuka berkat format yang diterapkan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 yang hanya mempertemukan juara dari Grup A dan Grup B di final. Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Timnas Indonesia akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Singapura di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Jumat, 25 September, pukul 20.00 WIB. Setelah itu, skuad yang dipimpin oleh John Herdman akan bertanding melawan Malaysia pada 28 September, dan diakhiri dengan pertemuan melawan Bangladesh pada 1 Oktober.
Dengan format kompetisi yang ada, Indonesia harus berusaha keras untuk menjadi juara Grup A agar dapat melaju ke final. Sedangkan juara dari Grup B akan menjadi lawan yang dihadapi di partai puncak yang dijadwalkan digelar di GBK pada 5 Oktober 2026.
➡️ Baca Juga: Fakta Menarik New START: Dampak Berakhirnya Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia
➡️ Baca Juga: Ternyata Suara ‘Beep’ PC Zaman Dulu Itu Satu-satunya Cara Debugging, Ribet Banget!




