Berita

Universitas Indonesia Kembangkan Keterampilan Ekonomi Kreatif Melalui Gelar RusunPreneur

Jakarta – Universitas Indonesia telah melaksanakan program RusunPreneur, sebuah inisiatif pelatihan untuk mengembangkan keterampilan ekonomi kreatif, di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Nagrak pada tanggal 18 Oktober. Dalam acara ini, sebanyak 40 peserta yang merupakan warga setempat dilatih dalam produksi makanan beku dan pembuatan totebag dengan menggunakan teknik seni Suminagashi.

Dalam menghadapi keterbatasan lahan, pembangunan rumah susun menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah perumahan di perkotaan. Program RusunPreneur ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan dan pelatihan wirausaha yang diselenggarakan secara gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ditujukan khusus bagi penghuni Rusunawa.

Acara pembukaan diisi dengan sambutan dari Dr. Renny Nurhasana, yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat di Universitas Indonesia. Renny menekankan pentingnya semangat wirausaha bagi warga rusun, dan berharap mereka dapat terus termotivasi dalam menjalankan usaha.

“Materi pelatihan yang disiapkan sangat relevan dan dibutuhkan oleh warga, seperti cara membuat makanan beku dan melukis totebag menggunakan Teknik Suminagashi,” ungkap Renny.

Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati, yang dipimpin oleh Dra. RR. Tri Palupi Prihendah Purwatuti, untuk melaksanakan pelatihan ini. Terdapat 21 tim pelatih sukarelawan yang memiliki minat di bidang kuliner dan non-kuliner. “Yayasan kami sering bermitra dengan pemerintah dan rumah susun untuk menyelenggarakan kegiatan positif seperti ini,” tambah Tri Palupi kepada peserta.

Dra. Vita Nurviatin, M.AP, selaku Kepala UPRS III Rorotan, menyambut baik pelatihan yang diadakan di rumah susun yang dipimpinnya. Di bawah UPRS III terdapat 1.738 kepala keluarga dan total 6.731 jiwa. “Pelatihan yang berfokus pada kuliner dan non-kuliner sangat dibutuhkan oleh komunitas rumah susun, terutama di wilayah kami. Kesempatan seperti ini tidak selalu hadir, sehingga keberlanjutan program ini sangat penting untuk dipertahankan,” jelasnya. Acara ditutup dengan sesi penting mengenai “Pelatihan Pemasaran di Media Digital: Sosial Media, Grup WA, dan Pre-Order”. Narasumber Satria Permana, M.Si., menjelaskan bahwa cerita individu dapat menjadi tema yang kuat dalam pemasaran, dengan penekanan pada konsistensi dan kreativitas.

➡️ Baca Juga: Adhisty Zara Ungkap Keinginannya untuk Gendut, Netizen Terkait Isu Viral yang Beredar

➡️ Baca Juga: Bawa Teknologi “Quick Resume”, Xbox Series X/S Klaim Bisa Simpan Hingga 5 Game Sekaligus.

Related Articles

Back to top button
kpkgg