Harga Minyak Tertekan, Negara-Negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Alami Defisit Anggaran

Negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menghadapi defisit anggaran karena harga minyak saat ini masih di bawah yang diperlukan untuk menyeimbangkan anggaran mereka.. Foto: oilandgasmiddleeast.com

Qnews.co.id, JAKARTA – Analis Quotient Fund Indonesia Regen Lee mengungkapkan setelah tindakan sektor yang mendukung dari China, emas (GLD)
mencatat rekor tertinggi baru.

Bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman dan menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk bank komersial guna mendongkrak ekonomi negara yang lesu.

Bacaan Lainnya

“Emas spot terus bergerak naik dan saat ini diperdagangkan pada USD2,659.47 per ons setelah mencatat rekor tertinggi baru sebesar USD2,661.28,” ujar Regen kepada Qnews.co.id, Rabu (25/9).

Sementara itu, perak (SLV) juga menantang batas atas resistensi. Para trader bertaruh bahwa langkah stimulus terbaru China akan meningkatkan permintaan industri.

“Jika 
logam abu-abu itu berada di atas resistensi pada kisaran USD31.45 – USD31.75, maka akan bergerak menuju level resistensi berikutnya yang terletak di kisaran USD34.00 – USD34.25,” jelasnya.

Perak spot saat ini berada di atas USD32 dan terakhir diperdagangkan pada USD32.189 per ons.



Khusus komoditas minyak (USO),
negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) tengah menghadapi defisit anggaran karena harga minyak saat ini masih di bawah yang diperlukan untuk menyeimbangkan anggaran mereka.

Arab Saudi, ekonomi terbesar GCC, memerlukan harga minyak lebih dari USD20 per barel di atas tingkat saat ini untuk menyeimbangkan buku-bukunya.

“Meskipun demikian, Visi 2030 yang ambisius bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dan membuatnya lebih tahan terhadap guncangan harga minyak,” papar Regen.

Pendapatan non-minyak telah mencapai 50% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Kerajaan pada tahun 2023, mencerminkan pertumbuhan stabil dalam ekspor, investasi, dan pengeluaran konsumen.

“Meskipun tantangan yang dihadapi, transformasi ekonomi ini menunjukkan hasil positif bagi negara tersebut,” pungkasnya.

*Quotient Fund Indonesia adalah perusahaan consulting keuangan global, berkantor pusat di Quotient Center Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dapat dihubungi di hotline 0811-1094-489

Pos terkait

Tinggalkan Balasan