PAM JAYA Lakukan Mitigasi Adaptif untuk Menjaga Keberlangsungan Layanan Air

— Paragraf 1 —
VIVA – PAM JAYA memastikan ketersediaan suplai air secara keseluruhan tetap terkelola. Dengan sistem suplai yang terintegrasi, PAM JAYA melakukan penyesuaian operasi ketika terjadi dinamika pada salah satu sumber air baku, salah satunya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota.
— Paragraf 2 —
Sebagai langkah mitigasi terhadap kondisi air baku di IPA Hutan Kota, PAM JAYA melakukan realokasi suplai dari sistem lainnya untuk menjaga keberlangsungan layanan air kepada pelanggan. “Ini adalah bagian dari komitmen kami kepada pelanggan PAM JAYA bahwa kami tetap memberikan value yang positif terkait kondisi ini,” kata Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, dalam konferensi pers Peningkatan Pelayanan Pelanggan PAM JAYA di kantor PAM JAYA, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
— Paragraf 3 —
IPA Hutan Kota dikelola oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP). Keterlibatan JUP dalam pengelolaan IPA Hutan Kota telah berlangsung sejak pembangunan dan pengoperasian instalasi tersebut, saat PAM JAYA masih bekerja sama dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta (AETRA). Dalam skema penyediaan air minum curah tersebut, JUP berperan dalam mengelola dan memproduksi air hasil pengolahan di IPA Hutan Kota, sementara PAM JAYA berperan sebagai offtaker yang membeli air hasil pengolahan tersebut untuk selanjutnya disalurkan kepada pelanggan.
— Paragraf 4 —
Sumber air baku IPA Hutan Kota berasal dari Kali Angke. Dalam kondisi saat ini, debit Kali Angke mengalami penurunan. Rendahnya muka air sungai menyebabkan intrusi air laut yang memengaruhi kondisi air baku untuk pengolahan di IPA Hutan Kota.
— Paragraf 5 —
Melihat kondisi yang dapat memengaruhi kualitas air untuk pelanggan, PAM JAYA meminta PT JUP untuk menghentikan operasi sejak 15 September 2026. “Karena dalam kurun waktu 1-2 minggu ke belakang, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) naik mencapai 10.000 ppm, sementara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm, sehingga kami minta JUP untuk stop
— Paragraf 6 —
operasi,” kata Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika dalam kesempatan yang sama.
— Paragraf 7 —
Untuk mengantisipasi dampak dari penghentian operasi IPA Hutan Kota, PAM JAYA melakukan realokasi suplai dari instalasi dan sumber air lainnya sebagai bagian dari pengelolaan sistem secara adaptif. Realokasi suplai dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang tersedia. Langkah ini merupakan bentuk respons PAM JAYA untuk menjaga ketersediaan air untuk pelanggan.
➡️ Baca Juga: Game Fighting E-Sports Terpopuler: Tekken 8, Street Fighter 6, Guilty Gear
➡️ Baca Juga: Alasan Anthony Xie Mendapatkan Hak Asuh Anak, Sementara Audi Marissa Tidak




