bisnis

PLN Perkuat Infrastruktur untuk Mengatasi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center 25 GW pada 2034

Kebutuhan energi untuk sektor pusat data di Indonesia diprediksi akan mencapai 25.297 megawatt (MW) pada tahun 2034. Oleh karena itu, PT PLN (Persero) terus meningkatkan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan guna menghadapi pertumbuhan pesat pusat data yang dipicu oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan perkembangan ekonomi digital.

Nayusrizal, yang menjabat sebagai Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, menekankan bahwa pertumbuhan kapasitas pusat data mencerminkan meningkatnya kebutuhan listrik untuk mendukung kemajuan ekonomi digital dan teknologi AI di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Nayusrizal sebagai wakil Direktur Retail dan Niaga PLN dalam pembukaan Data Centre Power Forum yang berlangsung di ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini.

Dalam presentasinya yang berjudul “Powering Indonesia’s AI and Digital Economy: What Can the Grid Really Deliver: Aligning Data Centre Expectations with System Capability”, Nayusrizal mengungkapkan bahwa kapasitas IT terpasang di pusat data Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 MW pada tahun 2026.

Diperkirakan, kapasitas tersebut akan meningkat menjadi 3,5 gigawatt (GW) pada tahun 2030. Sementara itu, PLN memperkirakan bahwa kebutuhan kapasitas listrik untuk sektor data center dapat mencapai 25.297 MW pada tahun 2034.

“Peran kami saat ini bukan hanya sekadar menjual listrik, tetapi juga mendukung pertumbuhan infrastruktur digital yang diperlukan,” ungkap Nayusrizal dalam keterangannya pada Rabu, 23 September 2026.

Saat ini, PLN melayani sebanyak 159 pelanggan data center dengan total kapasitas yang terhubung mencapai sekitar 1.990 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen dari kapasitas tersebut masih terpusat di sistem Jawa-Madura-Bali (JAMALI), terutama di area Jakarta Raya, Jawa Barat, dan Banten.

Namun, perkembangan pusat data kini mulai merambah ke wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini menuntut kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi aspek krusial dalam mendukung ekspansi industri data center.

Menurut Nayusrizal, tingginya pertumbuhan kebutuhan listrik untuk sektor data center memerlukan kesiapan dalam berbagai aspek, termasuk jaringan, gardu induk, pembangkitan, serta perencanaan pasokan yang terintegrasi dan efisien.

Di samping pasokan listrik, operator data center juga memerlukan keandalan jaringan, kecepatan koneksi, kepastian komersial, serta akses terhadap sumber energi terbarukan. Semua faktor ini sangat penting dalam menentukan lokasi dan pengembangan pusat data yang optimal.

Untuk mendukung hal tersebut, PLN mendorong penerapan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangan data center. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan daya dan target operasional dapat diselaraskan dengan kesiapan jaringan, gardu induk, pembangkitan, serta rencana penyediaan energi hijau yang berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Inkubasi Bisnis sebagai Strategi Efektif Perusahaan Logistik dalam Memperluas Pasar Seller

➡️ Baca Juga: Cara Tepat Menghitung Besaran THR 2026 untuk Karyawan Tetap dan Pekerja Harian

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k