Berita

Ratusan Karyawan Club de Arjuna Menanti Kepastian di Tengah Sengketa Lahan

Jakarta – Ratusan karyawan PT Arjuna Prabadwipa Amarta, lebih dikenal sebagai Club de Arjuna, menggelar aksi damai di depan gedung Arjuna Hyperbowling yang terletak di Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat.

Aksi ini merupakan ungkapan solidaritas dan suara hati para karyawan yang terdampak oleh penutupan tempat kerja, yang mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi banyak keluarga.

Penutupan area operasional Club de Arjuna berakar dari sengketa lahan yang melibatkan PT HD Arjuna, di mana organisasi kemasyarakatan telah secara ilegal menduduki area tersebut. Konflik ini telah membuat para karyawan tidak bisa melaksanakan pekerjaan mereka dan berpotensi kehilangan sumber penghidupan untuk keluarga mereka.

Sebagai respons terhadap aksi solidaritas tersebut, Irwan Hadianto, General Manager PT Arjuna Prabadwipa Amarta, menyatakan keprihatinan yang mendalam. Ia memahami bahwa tindakan tersebut merupakan wujud nyata dari suara para pekerja yang menjadi korban langsung dari situasi sengketa ini.

Irwan juga menyampaikan empatinya dan menegaskan harapan agar krisis yang memengaruhi nasib ratusan karyawan ini dapat segera teratasi.

“Kami dari manajemen sangat mengerti beban berat yang harus mereka tanggung bersama keluarganya. Saat ini, kami terus berupaya dan berdoa agar proses hukum yang sedang berlangsung terkait Club de Arjuna dapat segera mencapai keputusan yang favorable,” terang Irwan dalam keterangannya, yang dikutip pada tanggal 19 September 2026.

“Keinginan dan tujuan utama kami adalah agar tempat ini dapat beroperasi kembali, sehingga para karyawan kami bisa segera kembali bekerja,” tambahnya.

Dalam unjuk rasa tersebut, para karyawan mengenakan seragam kerja kebanggaan mereka yang berwarna merah muda dan kuning. Mereka juga mengangkat puluhan poster dan spanduk yang didominasi warna putih dan merah.

Melalui atribut yang mereka bawa, para karyawan dengan tegas menyuarakan rasa kegelisahan dan keputusasaan mereka. Beberapa tulisan yang terpampang di spanduk antara lain, “Kami Perlu Makan, Jangan Tutup Tempat Kerja Kami”, “Di Mana Keadilan Kalau Semua Orang Bisa Segel Tempat Kerja Kami?”, “Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?”, “Anak Kami Perlu Makan”, “Anak Kami Perlu Sekolah”, “Ke Mana Kami Harus Mengadu?”, hingga “Kami Ini Korban”, beserta berbagai ungkapan lainnya.

➡️ Baca Juga: Jojo Tumbang, Indonesia Kalah 0-1 dari Thailand di Piala Thomas 2026

➡️ Baca Juga: Pertemuan Ma’ruf Amin dan Gus Kikin di Tebuireng saat Muktamar NU: Apa yang Terjadi?

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k