Ibunda Manohara Mengklaim Sebagai Korban Premanisme dan Menghadapi Perundungan Publik

Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi korban dari tindakan yang ia sebut sebagai premanisme. Ia menjelaskan bahwa pengalaman tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga memicu rasa malu yang mendalam dalam dirinya.
Daisy memilih untuk tidak merinci lebih lanjut mengenai insiden yang dialaminya. Ia menjelaskan bahwa laporan resmi terkait dugaan tindakan tersebut belum diajukan kepada Bareskrim Mabes Polri. Keputusannya untuk menunggu hingga proses pelaporan selesai dilakukan sebelum berbagi detail kejadian kepada publik merupakan langkah yang sangat hati-hati.
Kedatangan Daisy ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (12/10/2026) berkaitan erat dengan niatnya untuk melaporkan apa yang ia klaim sebagai tindakan premanisme. Upaya ini menunjukkan keseriusannya dalam menanggapi situasi yang merugikannya.
“Intinya, pokoknya kejadian itu adalah perbuatan premanisme yang sangat tidak menyenangkan. Premanisme, itu saja,” ungkap Daisy Fajarina di hadapan awak media saat berada di Bareskrim Mabes Polri, Senin (12/10/2026).
Pernyataan tersebut memberikan gambaran awal mengenai masalah yang sedang dihadapi Daisy. Namun, ia belum memberikan rincian mengenai siapa saja yang diduga terlibat atau bagaimana bentuk tindakan tersebut yang telah merugikannya.
Daisy Fajarina berjanji akan membagikan kronologi lebih lengkap setelah laporan resmi diajukan. Ia menegaskan bahwa saat ini, ia belum berniat untuk membahas lebih jauh mengenai konteks dan latar belakang dari rencana pelaporan yang akan dilakukan.
“Nanti detailnya akan kita sampaikan setelah kita menyampaikan laporan kami,” lanjutnya.
Daisy juga mengungkapkan bahwa insiden yang ia klaim sebagai tindakan premanisme memberikan dampak yang cukup signifikan baginya. Ia menyoroti perasaan terhina yang muncul akibat perbuatan tersebut, yang ia sebut sebagai pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.
“Kerugian pasti ada. Ya, perbuatan yang tidak menyenangkan ini mempermalukan saya, dan itu banyak,” tuturnya menutup pernyataan.
Dalam kunjungannya ke Bareskrim, Daisy tidak datang sendirian. Ia ditemani oleh kuasa hukumnya, yang juga merupakan adiknya, Erles Rareral. Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya menghadapi situasi ini sendirian, tetapi juga mendapatkan dukungan hukum.
Meskipun Daisy telah berupaya untuk menyampaikan masalah ini kepada pihak berwenang, laporan resmi mengenai dugaan tindakan premanisme tersebut belum dapat diajukan pada hari itu. Akibatnya, ia harus menunda proses pelaporan yang sangat diharapkannya.
➡️ Baca Juga: Live Streaming Tottenham vs Manchester City: Prediksi Lineup dan Cara Nonton di Sini
➡️ Baca Juga: Meta FragPunk 2025: Karakter Terkuat & Kartu Must-Use




