Harga Emas Terbaru Turun Menjadi Rp2,5 Jutaan per Gram, Waktu Tepat untuk Membeli?

Harga emas Antam mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Penurunan ini mengikuti koreksi yang terjadi sehari sebelumnya, sehingga harga emas kini berada pada kisaran Rp2,5 juta per gram.
Berdasarkan informasi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Jumat pukul 09.10 WIB mengalami penurunan sebesar Rp5.000, menjadi Rp2.576.000 per gram dari harga sebelumnya yang tercatat Rp2.581.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback juga mengalami penurunan menjadi Rp2.386.000 per gram.
Kondisi penurunan harga ini juga terlihat pada berbagai ukuran emas Antam. Berikut adalah daftar harga emas Antam yang berlaku pada hari Jumat:
– 0,5 gram: Rp1.338.000
– 1 gram: Rp2.576.000
– 2 gram: Rp5.092.000
– 3 gram: Rp7.613.000
– 5 gram: Rp12.655.000
– 10 gram: Rp25.255.000
– 25 gram: Rp63.012.000
– 50 gram: Rp126.945.000
– 100 gram: Rp251.812.000
– 250 gram: Rp629.265.000
– 500 gram: Rp1.258.320.000
– 1.000 gram: Rp2.516.600.000
Sebagai perbandingan, pada tanggal 1 Oktober 2026, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram tercatat di angka Rp2.581.000. Dengan demikian, dalam rentang dua hari, harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp19.000 per gram dari level Rp2.595.000 yang tercatat pada akhir September.
Perlu diperhatikan bahwa harga emas batangan Antam dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk setiap pembelian emas Antam, dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen dari harga dasar.
Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback berlangsung.
Banyak calon investor bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk membeli emas, terutama ketika harga emas menunjukkan penurunan. Namun, penting untuk diingat bahwa penurunan harga tidak selalu berarti harga tersebut telah mencapai titik terendah.
Mengacu pada informasi dari Reuters, tidak ada tanggal atau level harga tertentu yang dapat dijadikan patokan sebagai waktu terbaik untuk membeli emas. Fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nilai dolar AS, suku bunga, imbal hasil obligasi, kondisi ekonomi global, dan ketidakpastian geopolitik.
Salah satu indikator yang dapat dijadikan perhatian adalah ketika harga emas mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Namun, calon pembeli tetap harus memantau apakah penurunan tersebut masih berlanjut atau jika harga mulai menunjukkan stabilitas.
Kondisi pasar global juga sangat penting untuk diperhatikan. Ketika nilai dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi meningkat, emas berpotensi mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi tetap lainnya.
➡️ Baca Juga: Anggota Parlemen Thailand Terlibat Kasus Judi Online yang Menghebohkan
➡️ Baca Juga: Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi: Tantangan Moral dan Kedamaian Global yang Harus Diatasi




