lifestyle

Ruben Onsu Berikan Sindiran Keras kepada Sarwendah Terkait Masalah Keuangan

Jakarta – Perselisihan mengenai hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mengungkapkan permasalahan yang berkaitan dengan kondisi keuangan. Kali ini, tim hukum Ruben mempertanyakan penilaian yang menyatakan bahwa klien mereka tidak memiliki kemampuan finansial yang adekuat. Ironisnya, di tengah anggapan tersebut, Ruben masih diminta untuk memenuhi berbagai kewajiban pembayaran, termasuk cicilan utang yang harus dilunasi.

Kuasa hukum Ruben mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek yang perlu dijelaskan terkait dengan standar penilaian kemampuan ekonomi yang digunakan dalam kasus hak asuh kedua anak mereka, Thalia dan Thania. Mereka berpendapat bahwa kondisi keuangan orang tua tidak seharusnya menjadi satu-satunya patokan dalam menentukan siapa yang lebih berhak dalam mengasuh anak.

Dia menekankan bahwa tanggung jawab untuk membesarkan dan memenuhi kebutuhan anak seharusnya menjadi kewajiban bersama kedua orang tua. Pihak yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik memang dapat memenuhi kebutuhan finansial anak, tetapi hal itu tidak berarti bahwa orang tua yang memiliki penghasilan tetap yang lebih rendah otomatis kehilangan hak untuk mengasuh anak.

“Anak-anak seharusnya diasuh dan dibiayai oleh kedua orang tuanya. Jadi, siapapun yang memiliki kemampuan, itulah yang seharusnya memenuhi kebutuhan finansial,” ungkap pengacara Ruben, yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi baru-baru ini.

Namun, tim hukum Ruben mencermati pernyataan yang dianggap kontradiktif mengenai kondisi keuangan klien mereka. Di satu sisi, Ruben dinyatakan tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup. Di sisi lain, masih ada tuntutan agar Ruben memenuhi kewajiban pembayaran, termasuk cicilan utang di bank.

“Di satu sisi, ada pernyataan yang menyebutkan bahwa dia tidak memiliki kemampuan finansial. Namun di sisi lain, mereka tetap mendesak agar dia memenuhi kewajiban, termasuk membayar utang di BCA,” jelasnya.

Ketidakjelasan penilaian ini membuat pihak Ruben mempertanyakan bagaimana sebenarnya pandangan orang lain terhadap kondisi ekonomi klien mereka. Mereka merasa perlu ada kejelasan mengenai apakah Ruben dianggap masih mampu memenuhi tanggungan finansial atau justru sebaliknya.

“Pertanyaannya, sebenarnya bagaimana sih pandangan kamu terhadap kondisi keuangan Ruben? Apakah kamu menganggap dia memiliki uang atau tidak?” tambahnya.

Kuasa hukum Ruben menyatakan bahwa jika klien mereka memang dianggap tidak mampu secara finansial, maka penilaian tersebut seharusnya sejalan dengan tuntutan kewajiban pembayaran yang dibebankan kepadanya.

➡️ Baca Juga: Memiliki Harley-Davidson Tidak Menghapus Kewajiban Mematuhi Aturan Lalu Lintas

➡️ Baca Juga: SSD PS5 vs HDD PS4: Bedanya Loading Time Bisa Sampai Puluhan Detik

Related Articles

Back to top button
kpkgg