Berita

Pencarian Jurnalis Hilang Meluas ke Pulau Sertang, Area Terlarang 3 Km Dimasuki

Pencarian jurnalis yang hilang di Pulau Sertang, Selat Sunda, terus diperluas oleh Pemerintah Provinsi Banten dan masyarakat setempat. Jurnalis yang hilang tersebut adalah pewarta foto dari ANTARA Biro Banten, yang mengalami kehilangan kontak saat bertugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengunjungi Pos SAR di Pantai Marina Carita pada hari Kamis dan menyampaikan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan permohonan dari keluarga jurnalis untuk memperluas area pencarian hingga mencapai Pulau Sertung di Selat Sunda.

Soni menjelaskan, “Kami telah menginformasikan sebelumnya bahwa pulau tersebut berada dalam radius 3 kilometer yang direkomendasikan untuk tidak dimasuki, namun semua informasi tersebut sudah disampaikan kepada Basarnas. Penanganan teknis sepenuhnya berada di bawah kewenangan Basarnas.”

Ia berharap agar pencarian dilakukan dengan tetap mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku.

“Setelah kami sampaikan permohonan tersebut, tentunya Basarnas akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan tanpa mengabaikan prosedur yang harus diikuti. Kami percayakan sepenuhnya kepada Basarnas,” tambah Andra.

Gubernur menekankan bahwa Pemprov Banten, Basarnas, dan pihak terkait lainnya terus menunjukkan kepedulian terhadap hilangnya delapan orang yang berada di dalam speed boat saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kami sangat berharap agar rekan-rekan jurnalis yang sedang menjalankan tugas mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Sekali lagi, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berdoa demi keselamatan mereka, rekan-rekan jurnalis, serta awak kapal,” ungkapnya.

Delapan individu yang saat ini sedang dicari terdiri dari lima jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal, seorang jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

Basarnas telah mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk mendukung operasi pencarian dari udara.

Koordinator Misi SAR Basarnas, Al Amrad, menyatakan bahwa pengiriman helikopter dengan nomor registrasi HR-3604 ini ditujukan untuk memantau kawasan perairan Selat Sunda serta perimeter di sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Pengerahan helikopter ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat upaya pencarian melalui dukungan udara, terutama dalam pemantauan wilayah operasi SAR di perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,” kata Amrad, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor SAR Banten.

➡️ Baca Juga: Berkas Perkara Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diserahkan ke Pengadilan Militer

➡️ Baca Juga: Kronologi Terkini Kakak Jisoo BLACKPINK Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k