bisnis

Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi: Tantangan Moral dan Kedamaian Global yang Harus Diatasi

Jakarta – Dalam era di mana teknologi dan moralitas saling berinteraksi dengan cara yang sangat berpengaruh terhadap keberadaan manusia, pertemuan Bali Harmony Encounter Week 2026, yang berlangsung dari 2 hingga 7 September 2026, mencapai puncaknya melalui upacara Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 yang sarat dengan makna spiritual dan filosofis.

Acara ini dilaksanakan di Sunset Mandala, Sira Village, dalam kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali, dan berhasil mengumpulkan delegasi dari lebih dari 70 negara. Para peserta terdiri dari perwakilan pemerintah, sektor teknologi, akademisi, serta anggota masyarakat sipil dan komunitas lokal.

Mengusung tema “Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life”, Suyoto, Wakil Presiden United In Diversity Foundation, menyatakan bahwa acara ini berfungsi sebagai tempat refleksi bagi para pemimpin dunia. Mereka diundang untuk merenungkan dan mendalami kembali makna kedamaian di tengah tantangan disrupsi teknologi dan fragmentasi global yang semakin meningkat.

Suyoto juga menekankan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan global yang berat, Indonesia terus menunjukkan kemajuan dalam Indeks Kemajuan Manusia dan kerukunan antar umat beragama. Melalui Forum Refleksi Universal THK, Yayasan UID berkomitmen untuk menghidupkan semangat Tri Hita Karana, yang dianggap sebagai inti ajaran dari berbagai agama dan tradisi di Indonesia.

Dalam momen yang sama, Prof. Dr. M. Arskal Salim, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, mewakili Menteri Agama, Prof. Dr. K.H. Nazaaruddin Umar, juga menyoroti pentingnya kepemimpinan moral di tengah perubahan global. Ia menegaskan bahwa kekuatan komitmen individu dan komunitas sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Menurutnya, transformasi yang signifikan tidak hanya muncul dari satu sumber cahaya besar, melainkan dari cahaya-cahaya kecil yang kita bawa bersama. Ia mengajak generasi muda dan seluruh umat beragama untuk menjaga nyala semangat ini, baik di rumah maupun di tempat kerja.

“Kedamaian di dalam diri, kedamaian antar sesama, dan kedamaian dengan segala bentuk kehidupan bukanlah sekadar slogan. Ini adalah seruan untuk aksi nyata yang harus dimulai dari diri kita masing-masing hari ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, Bali Harmony Encounter Week 2026 dibuka dengan acara yang juga menandai dimulainya inisiatif ‘AI World Congress Bali’. Dialog yang bertajuk ‘Bali Harmony Dialogue’ berlangsung pada 3 September 2026 di Kampus United In Diversity (UID) Bali, dalam kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali. Dialog ini mempertemukan para ahli dari berbagai sektor untuk membahas kesenjangan global yang semakin melebar terkait perkembangan AI.

➡️ Baca Juga: <p>“Apple TV Mendapatkan 9 Nominasi Writers Guild Awards, Pluribus Puncaki dengan 4”</p>

➡️ Baca Juga: 10 Negara Produsen Perak Terbesar: AS Kalah dari China dalam Produksi Perak

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k